malam yang lebih panjang dari sebelumnya

Ini hanyalah harapan yang tak bertepi, malam yang slalu ku damba, adalah malam panjang tanpa pagi, karena aku tak ingin mimpiku berakhir, hanya dalam mimpi smua yang ku inginkan menjadi kenyataan, hanya dalam mimpi aku bias tersenyum bebas, senyuman yang dating dari hati, yang membuatku ingin hidup 1000 tahun lagi, namun hanya alam dunia mimpi.

          Yup,,,,aku hanya seorang pemimpi, yang tak akan pernaah mau menerima alam kenyataan, ketika aku terbangun dari tidurku, justru itulah mimpi yang sebenarnya, mimpi buruk yang berkepanjangan yang entah kapan akan berakhir, tidak,,,,apakah mimpi burukku punya akhir?

          Tentang cinta, yah, apa yang tertulis disini memang tentang cinta, apa pernah kau bertemu dengan seseorang yang membuang impian terbesar dalam hidupnya,?seseorang yang justru membuang impiannya, ketika impian itu tinggal selangkah lagi jarak nya?

          Apa kah dia seorang yang bodoh?ya,,,mungkin dia memang begitu, bukan,,,lebih tepatnya adalah dia GILA, yang aku dengar dia malah ingin mengakhiri hidupnya, entah dengan cara apa, yang aku tau, dia hanya tak ingin mengilangi kesalahannya, ia ingin mengorbankan kehidupannya demi kebahagiaan seseorang yang di cintainya, karena entah di sengaja atau tidak, yang ia lakukan selalu menyakiti seseorang yang dia sayangi, jadi dia berkesimpulan, selama dia hidup, dia akan terus menyakiti seseorang itu, karena itu ia ingin sekali pergi dari dunia ini….

Poor him……

Bibir termanis

bibir-nya1

 

Bibir termanis  yang pernah ku kecup

 

                Jum’at, 22 january 2009, bibir itu terasa manis ketika lidahku bermain di atasnya, entahlah di mana manisnya, saat kita berdua justru larut dalam tangisan kami masing-masing, MENYEDIHKAN, sebenarnya itulah yang terjadi pada kami, perpisahan yang penuh amarah, penuh air mata, itulah yang sebenarnya terjadi, seharusnya aku tidak mencuri ciuman itu, aku menodaimu sayangku, aku menodai kehormatanmu dengan bibirku, maaf,,,,maaf aku telah mencuri bibir yang seharusnya kau berikan padanya siapapun yang menjadi suamimu nanti, maaf aku menodai prinsipmu. Maaf jika aku memberimu dosa.

 

            Aku bukan orang jahat, hanya saja waktu itu aku tidak bisa menahan rasa amarah, emosi, hingga meledak layaknya gunung berapi. Semua keadaan memaksaku untuk melakukan itu, yang ada padaku sekarang hanyalah penyesalan, penyesalan, penyesalan.

 

            Bukankah waktu itu kau janjikan aku, bahwa kau akan menunggu ku hingga aku bisa menjadi seseorang  yang   leih baik dari sekarang?ya,,,aku akan memperbaiki diriku, karena semakin ku sadari tanpamu hidupku terasa hampa, dahaga jiwa yang tak pernah terpuaskan, dahaga akan cintamu, hanya cintamu sayang, tidak untuk wanita lain.

 

            Pernah aku mencoba untuk berpaling ke wanita lain, tapi…semakin lama aku mencoba, semakin aku mengingatmu, batapa dalam setiap detik hidupku, setiap tarikan nafasku, detak jantungku, selalu ada kamu.

 

            Dan bila ku sendiri, bayangmu mengikuti, dan ketika ku melangkan, bayangmu yang ku jumpa, aku merindukanmu dengan sepenuh hati sayang ku, tidakkah kau tau itu???

            Pada TUHAN aku berdoa dan berharap, semoga bibirmu adalah bibir yang terakhir buatku, yang pertama buatmu, yang terakhir bagiku, semoga bibir kita dapat bersatu berpagutan dalam ikatan yang sah, yaitu pernikahan.

           Akan ku buktikan bahwa aku pantas untuk bersamamu, pantas untuk mendampingimu, pantas menjadi pemimpinmu walau aku sudah melakukan kesalahan, akan selalu ku coba untuk memperbaiki itu.

ternyata tak semudah yang ku kira

huh,,,,beberapa me nit yang lalu aku melihatmu bersamanya,,,wah, ternyata masih ada rasa sakit yang mendera, ku kira aku bisa melepaskanmu dengan mudah tanpa ada sakit ini, tp ternyataa,,,

yah tapi aku akan terus coba melepaskanmu bagai burung terbang di langit, bebas pergi ke manapun kau inginkan, asal membuatmu bahagia bagiku itu sudah cukup

well, kmu dah nemuin kebahagiaan mu, aku???

yah nanti mungkin, aku masih harus menata hatiku entahlah, apa aku masih bisa bertahan hidup dalam keadaan seperti ini

lemah, sakit, tak berdaya,

andai saja smua tidak sesakit ini

andai sajaa….

« Older entries